Cara Menanam Sawi Agar Cepat Panen

2 min read

cara menanam sawi

Firdaus45 – Menanam sawi sendiri di rumah sebenarnya gampang sekali dilakukan. Semua orang pasti bisa melakukannya. Entah itu dengan cara asal-asalan, atau memang dirawat dengan benar. Intinya sebar, siram dan beri pupuk. Pasti sawi anda akan tumbuh berdaun dan siap panen.

Yang membedakan dengan tidak dirawat dan dirawat adalah hasil akhirnya. Bila sawi yang ditanam dengan baik dan benar, akan membuahkan hasil yang memuaskan. Namun bila tidak dirawat, tentu hasilnya kurang memuaskan.

Sawi kurang sehat

Gambar di atas menunjukkan gambaran mengenai sawi yang kurang sehat. Entah karena kurang pupuk, kurang cahaya atau faktor yang lainnya.

Sedangkan gambar di bawah ini menunjukkan tanaman sawi yang sehat. Ciri sawi yang sehat adalah batang tebal dan daun lebar.

Loh, yang atas dan bawah kan beda cara menanam. Eits, baik yang di tanam menggunakan sistem hidroponik, polybag, ataupun dengan ditanam langsung di tanah, pasti membutuhkan perawatan dan pengolahan yang baik dan benar. Agar hasil panen memuaskan.

Pengen tau cara menanam sawi? baca perlahan artikel berikut ini,

Cara Menanam Sawi di Polybag

Menanam sawi di polybag merupakan salah satu pilihan bagi Anda yang tidak memiliki lahan luas.

Beberapa bahan yang harus Anda persiapkan bila ingin menanam sawi di polybag adalah kompos.

Sebenarnya tidak perlu sekam bakar, bekas gergaji kayu dan lain2.

Bila tidak punya kompos, boleh Anda gunakan daun-daun kering yang sudah dicampur dengan tanah.

Bila Anda tidak menggunakan EM4 sebagai alat bantu pengomposan, maka Anda harus menunggu beberapa hari supaya daun-daun kering yang Anda masukkan sudah menyatu dengan tanah atau menjadi kompos.

Sembari menunggu, sebaiknya gunakan waktu menunggu untuk melakukan pembibitan.

Bila sudah, maka sawi sudah bisa ditanam di situ.

Daun Apa yang sebaiknya digunakan?

Bebas, Anda boleh menggunakan sembarang daun. Pada dasarkan kompos adalah campuran dari berbagai macam sampah, seperti nasi busuk, buah, sayur, pisang goreng dan lain-lainnya.

Perlukan diberikan pupuk tambahan?

Pemupukan memang sangat diperlukan bagi tumbuhan apa saja. Mustahil orang bilang sawi sehat tanpa pupuk. Jangan Percaya! itu pasti bohong.

Bila ingin tanaman Anda sehat, ya kasi pupuk. Boleh pupuk organik, boleh pupuk non organik.

Pupuk organik bisa diambil dari kotoran hewan, atau fermentasi daun-daun dan limbah rumah tangga. Bisa juga Anda gunakan air cucian beras.

Berapa lama waktu panen?

Masa panen sayur sawi pada umumnya, 2-3 bulan.

Jangan percaya dengan vlog-vlog gak jelas yang bilang bisa panen dalam 1 bulan.

Bisa sih dipanen dalam satu bulan, tapi itu kalau Anda tega memanennya. Kenapa? ya karena ukuran batang dan daunnya masih kecil bro.

Bisa cepet besar kalau itu ramuan-ramuan pembesar. Tapi ya balik lagi, banyak yang bilang itu gak bagus untuk kesehatan.

Trus caranya gimana? ya itu tadi,

  • Siapkan lahan tanam (kalau belum punya buat dulu)
  • Semai biji sawi di nampan plastik boleh, atau talang bekas, sembari menunggu lahan tanam jadi.
  • Setelah umur 1-2 minggu, pindahkan sawi ke polybag yang sudah diisi dengan kompos.
  • Pemberian pupuk, boleh dilakukan seminggu sekali kalau anda menggunakan kotoran hewan seperti kambing atau sapi.
  • Lakukan penyiraman secara rutin. Jangan berlebihan,
  • Ulangi sampai panen.

Gampang kan?

Masih kurang? nih ada lagi cara yang saat ini sedang populer yaitu menanam sawi dengan cara hidroponik. Caranya gimana? yuk simak penjelasannya berikut ini.

Menanam Sawi dengan Cara Hidroponik

Menanam dengan cara hidroponik adalah cara untuk memanfaatkan lahan sempit agar bisa menanam beranekan ragam sayuran.

Kelebihan dari sistem hidroponik ini adalah kita tidak lagi repot-repot harus menyiram pagi dan sore. Karena menanam dengan hidroponik dapat dilakukan dengan cara otomatis.

Nah, berikut ini adalah alat dan bahan yang Anda butuhkan.

  • Siapkan paralon / talang food grade
  • Siapkan net pot (boleh beli, boleh pakai akua gelas bekas)
  • Pompa air
  • Pipa / selang
  • Ember untuk menampung air.
  • Kayu / baja ringan untuk menopang paralon / talang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *